Setiap muslim di seluruh dunia pasti ingin masuk ke dalam surga. Tak peduli siapa dia, bagaimana latar belakangnya, dan bagaimana ibadahnya, mereka pasti ingin masuk ke dalam surga Allah ﷻ . Bagaimana tidak? Pasalnya di dalam surga terdapat banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita pandang, banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita hirup, dan banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita rasakan. Bahkan, perbandingan kenikmatan di dunia dengan di akhirat itu bagaikan satu tetes air dengan seluruh air yang ada di samudra. Untuk mendapatkan kenikmatan surga yang tiada bandingannya, manusia diperintahkan oleh Allah ﷻ melalui al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ untuk beribadah dan beramal sholeh dengan sempurna. Seperti yang dijelaskan di dalam Q.S. Az-Zukhruf: 72 yang berbunyi: وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ .... “ .... Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian,...
Mencintai diri sendiri merupakan hal mutlak bagi semua orang. Karena terkadang hidup memberikan banyak pelajaran, mulai dari Senang, susah, lelah, patah ataupun hampir menyerah. Banyak dari kita yang sering menekan diri sendiri, mengacu terus pada ambisi dan ego diri sendiri hingga lupa bahwa semua kenyataan tak selalu sejalan dengan harapan. Menurut Saifuddin Bachrun dalam buku "Manajemen Muhasabah Diri" muhasabah artinya perenungan diri untuk menghitung apa yang telah kita lakukan sebelum Allah SWT menghisab amal kita pada Hari Pembalasan. Merenung, mengintrospeksi, mawas diri dan kemudian melakukan perbaikan dan meningkatkan prestasi serta perilaku semaksimal mungkin. Tuntunan Allah SWT menjadi dasar seseorang melakukan muhasabah. Dalam Al-qur'an Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr (59): 18 yang berbunyi : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا ...