Langsung ke konten utama

Bulan Rajab, Salah Satu Bulan Suci Umat Islam dengan Segala Maknanya!

 


Bulan Rajab adalah salah bulan Haram (suci) sebagaimana Firman Allah Ta’ala dalam surah At-Taubah yang artinya :

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang  lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Diriwayatkan oleh Bukhari, 4662 dan Muslim, 1679 dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya (ada) empat bulan Haram, tiga (bulan) berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharam serta Rajab Mudhar yang terdapat di antara (bulan) Jumadi Tsani dan Sya’ban."

Makna dari Bulan Rajab ( berdasarkan surat At-Taubah : 36)

Berdasarkan surat At-taubah : 36  dapat kita ketahui bahwa bulan Rajab memiliki makna yang begitu istimewa bagi umat Islam, diantaranya adalah:

1. Bulan penuh berkah

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Dalam bulan Rajab, terdapat banyak keberkahan di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan perintah untuk melakukan pahala sebanyak-banyaknya karena pahala akan dilipatgandakan pada bulan Rajab.

2. Bulan yang suci

Rasulullah SAW bersabda: “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Pada bulan Rajab, umat Islam dilarang untuk berbuat zalim, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Inilah bukti kesucian bulan Rajab yang menjadi salah satu dari keempat bulan haram.

3. Bulan dimana doa dikabulkan

Nabi Muhammad SAW bersabda, “5 malam tidak ditolak di dalamnya doa-doa; awal malam Bulan Rajab, malam separuh Bulan Sya’ban, malam Jumat, malam idul fitri, dan malam idul adha.” (Hadits ini dikeluarkan Imam as Suyuthi RA dalam Kitab al Jami) Di bulan Rajab inilah menjadi waktu terkabulnya doa.  Dan ada baiknya jika memperbanyak doa

4. Bulan yang dekat dengan Ramadhan

Bulan Rajab menandakan bahwa Ramadhan sudah sangat dekat.  Untuk itulah diperlukan persiapan yang sangat matang dan memperbanyak doa. Sebagaimana sabda Rasul:

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan”. (HR. Ahmad)

5. Bulan bertaubat

Rajab merupakan bulan yang sangat baik untuk bertaubat.  Jika seseorang pernah melakukan dosa besar dalam Islam,  hendaknya ia melakukan cara taubat nasuha.  Sebanyak apapun dosa yang diperbuat jika bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tulus,  maka insya Allah taubatnya akan diterima.

6. Bulan untuk beribadah

Bulan haram adalah bulan yang sangat baik untuk beribadah,  termasuk bulan Rajab.  Pahala di bulan ini akan dilipatgandakan,  untuk itulah disarankan beribadah sebanyak-banyaknya.

7. Bulan istighfar

Bukan hanya bertaubat, bulan Rajab juga merupakan bulan yang baik untuk memperbanyak amalan istighfar.  Ada banyak keutamaan berdzikir dan istighfar yang dapat kita rasakan di bulan yang baik ini.

8. Bulan kemurahan

Pada bulan Rajab,  Allah akan semakin memperbanyak berkahnya,  baik dalam kesehatan,  rezeki,  maupun hubungan.  Untuk itulah kita disarankan memperbanyak meminta atau berdoa pada Allah SWT karena disinilah banyak kemurahan Allah SWT yang akan kita rasakan.

9. Bulan yang baik untuk umrah

Diriwayatkan bahwa Ibn Umar pernah mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan umrah d.i bulan Rajab. Kemudian ucapan beliau ini diingkari A’isyah dan beliau diam saja. (HR. Al Bukhari & Muslim)

Umar bin Khatab dan beberapa sahabat lainnya menganjurkan umrah bulan Rajab karena terdapat banyak keutamaan ibadah umroh dalam bulan Rajab. A’isyah dan Ibnu Umar juga melaksanakan umarah bulan Rajab.


PERISTIWA DI BULAN RAJAB

Pada bulan Rajab, ada beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah umat Islam.

Hal itu tentu bukanlah kebetulan semata, akan tetapi menunjukkan bahwa Rajab adalah salah satu bulan yang mulia. Di antaranya adalah: 

Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung janin yang kelak diberi nama Muhammad pada bulan Rajab. Setelah mengandung selama sembilan bulan, pada bulan Rabi’ul Awwal Sayyidah Aminah melahirkan makhluk yang paling mulia, baginda Nabi agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kelahirannya adalah rahmat yang Allah hadiahkan kepada alam semesta.

Pada 27 Rajab, terjadi peristiwa Isra’ dan Mi’raj, salah satu mu’jizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengenai mu’jizat agung ini, penting untuk digarisbawahi bahwa maksud dan tujuan Isra’ dan Mi’raj bukan berarti Allah di atas lalu Rasulullah diperintah untuk naik ke atas untuk sowan bertemu dan menghadap Allah.

Pada hari kesepuluh bulan rajab tahun 9 H, terjadi perang Tabuk. Pada bulan Rajab tahun 9 H, an-Najasyi, raja al-Habasyah tutup usia dalam keadaan muslim. 

Imam Syafi’i wafat pada bulan Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun. Beliau dimakamkan di Mesir.

Pada bulan Rajab tahun 101 H, Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz meninggal dalam usia 39 tahun.

Pada tanggal 27 Rajab 583 H, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina. Dan masih banyak lagi. Wallahu'alam bishowab.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhiasan Wanita Masa Kini

PERHIASAN WANITA MUSLIMAH MASA KINI Anis Fatinah (anisfatinah221@gmail.com) Apa yang terbesit saat kita mendengar istilah "perhiasan"?. Mungkin jawabannya akan beragam, tapi pada hakikatnya akan bermuara pada satu hal yaitu keindahan. Sebagaimana tujuan kita sebagai seorang perempuan yang hendak berhias, salah satunya adalah agar terlihat indah. Wajar, karena memang sudah menjadi fitrahnya bahwa perempuan menyukai keindahan. Meskipun tetap sebutan Makhluk Visual dinobatkan pada laki-laki. Bedanya, orientasi visualisasi laki-laki terdapat pada apa yang dia lihat di luar dirinya, sedangkan perempuan lebih pada apa yang dia pikir orang lain lihat pada dirinya.  That's why produk makeup, skincare, dan yang semisal target pasarnya adalah perempuan. Secara penampilan pun, biasanya siapa coba yang paling rapi (re:ribet)? You got the answer!. Salah gak si? Ngga kok. Sekali lagi, hal tersebut adalah fitrah. Sebagaimana dalam salah satu firman Allah: “Dan Apakah patut (...

Ibadahmu Ingin Sempura? Pahami 3 Hal ini!

  Setiap muslim di seluruh dunia pasti ingin masuk ke dalam surga. Tak peduli siapa dia, bagaimana latar belakangnya, dan bagaimana ibadahnya, mereka pasti ingin masuk ke dalam surga Allah ﷻ . Bagaimana tidak? Pasalnya di dalam surga terdapat banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita pandang, banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita hirup, dan banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita rasakan. Bahkan, perbandingan kenikmatan di dunia dengan di akhirat itu bagaikan satu tetes air dengan seluruh air yang ada di samudra.             Untuk mendapatkan kenikmatan surga yang tiada bandingannya, manusia diperintahkan oleh Allah ﷻ melalui al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ untuk beribadah dan beramal sholeh dengan sempurna. Seperti yang dijelaskan di dalam Q.S. Az-Zukhruf: 72 yang berbunyi: وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ .... “ .... Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian,...

Cara Menyikapi Ikhtilaf di Kalangan Ulama

  Cara Menyikapi Ikhtilaf di Kalangan Ulama             Makna dari ikhtilaf   itu sendiri adalah adanya perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan yang berdasarkan dalil. Sedangkan, perbedaan yang tidak berdasarkan dalil disebut dengan khilaf. Sehingga, apabila kita mendengar orang berkata, “Ulama ikhtilaf dalam masalah ini”, atau ungkapan, “Ini adalah masalah Khilafiyah ”, itu berarti terdapat perbedaan di antara ulama dalam masalah ini dan perbedaan itu sudah dapat dipastikan berdasarkan dalil.             Ikhtilaf atau perbedaan ini tidak hanya terjadi pada generasi sekarang. Tetapi, Generasi Salaf, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, serta para Shahabat Rasulullah ﷺ pun memiliki ikhtilaf tersendiri dalam masalah-masalah tertentu.             Ikhtilaf Shahabat ketika Rasulullah ﷺ masih hidup salah satunya...