Mencintai diri sendiri merupakan hal mutlak
bagi semua orang. Karena terkadang hidup memberikan banyak pelajaran, mulai
dari Senang, susah, lelah, patah ataupun hampir menyerah. Banyak dari kita yang
sering menekan diri sendiri, mengacu terus pada ambisi dan ego diri sendiri
hingga lupa bahwa semua kenyataan tak selalu sejalan dengan harapan.
Menurut Saifuddin Bachrun dalam buku "Manajemen Muhasabah
Diri" muhasabah artinya perenungan
diri untuk menghitung apa yang telah kita lakukan sebelum Allah SWT menghisab
amal kita pada Hari Pembalasan.
Merenung, mengintrospeksi, mawas diri dan
kemudian melakukan perbaikan dan meningkatkan prestasi serta perilaku
semaksimal mungkin. Tuntunan Allah SWT menjadi dasar seseorang melakukan
muhasabah.
Dalam Al-qur'an Allah SWT berfirman dalam
Surah Al-Hasyr (59): 18 yang berbunyi :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟
ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Muhasabah diri perlu dilakukan karena
kelak, segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti.
Ada di antara mereka yang memilih untuk
menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi
bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah
perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka shalat lima
waktu setiap harinya, berpuasa dan mengeluarkan zakat setiap tahunnya akan
tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun
terkadang masih dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada
tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga
orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan.
Di sinilah pentingnya muhasabah, ada
beberapa hal lainnya yang menjadi alasan kenapa muhasabah perlu dilakukan,
diantaranya:
1. Muhasabah merupakan perintah dari Allah
Subhaanahu wa Ta’ala.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).
2. Muhasabah merupakan sifat hamba Allah
yang bertaqwa
Seseorang yang bertaqwa adalah mereka yang
membawa sebaik-baik bekal, dan dalam perjalanan mencari bekal tersebut tak
jarang seseorang merasa lelah dan bosan yang mengakibatkannya tak mawas diri
sehingga tergelincir dan terjatuh dalam futur (lemah semangat untuk melakukan
amal shalih). Muhasabah akan membantu seseorang untuk menghadapi berbagai
rintangan yang ia temukan dalam pencariannya akan bekal tersebut. Maimun bin
Mahran rahimahullah berkata:
“Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya”.
3. Buah manis dari muhasabah adalah taubat
Ketika seseorang melakukan muhasabah maka
akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana
mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan
muhasabah?
Banyak di antara manusia yang melakukan
kemaksiatan, namun Allah masih memberikan nikmat kepadanya, dia tidak menyadari
bahwa ini adalah bentuk istidraj (penangguhan menuju kebinasaan) dari Allah
Subhaanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah
kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf: 182).
Orang-orang yang memahami ayat Allah ini,
akan takut atas peringatan Allah tersebut dan dia akan senantiasa
mengintrospeksi dirinya, jangan sampai nikmat yang Allah berikan kepadanya
merupakan bentuk istidraj. Muhasabah yang mengantarkan kepada pertaubatan di
awali dengan memasuki gerbang penyesalan.
Cara melakukan Muhasabah Diri untuk
pribadi yang lebih baik:
·
Meluruskan Niat dan Memantapkan
Hati
·
Melaksanakan sholat taubat
·
Melakukan perbuatan baik
· Evaluasi diri dengan meminta saran/pendapat dari orang-orang yang mengenal diri kita.
Maka dari itu sebagai seorang muslim tentu sebaiknya kita sering-sering bermuhasabah dan bertaubat. Untuk mendapatkan keridha-an Allah SWT.

Komentar
Posting Komentar