Langsung ke konten utama

“Biar Iman Gak Down Ketika Lockdown”


“Biar Iman Gak Down Ketika Lockdown”

Anis Fatinah
(anisfatinah221@gmail.com)

Apa itu lockdown ? kok bisa terjadi ? terus apa hubungan nya dengan keimanan ? Yukk kita bahas ..... jadi Lockdown itu situasi dimana pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melarang masyarakat masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat dan kondisi darurat yang dimaksud itu adalah terdapatnya virus covid-19 atau virus corona yang dapat berakibat fatal bagi nyawa jika terinfeksi, lockdown dapat berarti juga penutupan akses dari dalam maupun luar. Dalam kasus virus corona, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar untuk mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas dan menghimbau masyarakatnya agar tidak melakukan social distancing yang artinya mengurangi jumlah aktivitas diluar dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi. Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain wah berarti situasinya menyeramkan dan darurat yaa.

Oleh sebab itu akibat dari kebijakan pemerintah tersebut masyarakat melakukan social distancing dan semua tempat yang terdapat keramain dibatasi termasuk tempat kuliah dan sekolah yang mengharuskan mahasiwa dan siswa nya belajar secara daring atau kuliah dan sekolah online yang menyebabkan hanya beraktivitas dirumah saja. Nah hubungannya dengan iman apa ? jadi dari masa daring ini membuat kita menimbulkan aktivitas yang mejadi kebiasaan kita yang dapat mempengaruhi keimanan kita loh dan pertanyaannya apakah kebiasaan kita ini bermanfaat atau apakah hanya sia-sia saja? Bagaimana jika ternyata sia-sia yang berakibat pada penurunan iman? Terus kalo sudah kejadian apa ada solusinya dan jalan keluarnya ? yuk kita temukan jawabannya agar iman kita ga down pada masa lockdown.

Taukah kamu Virus corona sudah luar biasa memberikan dampak besar hingga sampai menghilangkan nyawa....wah serem yaa ( karna dampak tersebut pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan dari pandemik corona yaitu dengan menutup masjid dan membatasi interaksi dengan orang banyak didalam masjid..) wah keputuasannya kok gitu sih ? gak bisa bertemu dengan warga dong didalam masjid ? salah tuh kebijakannya! .eitssss...jangan langsung mengambil kesimpulan yaa mari berfikir positif dahulu mengapa kebijakan tersebut dibuat karna tujuan utama nya adalah untuk memutus rantai wabah virus corona karna kita tidak tau siapa saja yang terinfeksi dan tak sadar bahwa dirinya terinfeksi kemudian berinteraksi dengan orang-orang yang sehat dan akibatnya mereka akan ikut terinfeksi semua kan, jadi seremkan dan kebijakan tersebut sudah pasti benar dan sudah di pertimbangkan, juga bukan selamanya kok masjid ditutup tapi untuk sementara saja yaa sampai wabah nya hilang dan kebijakan itulah  menyeru kita untuk beribada dirumah masing-masing. Dari kebijakan inilah kita seharusnya dapat memetik hikmahnya bahwa dari situasi tersebut kita dapat lebih dekat dengan keluarga , dari yang biasanya jauh karna terpisah jarak dan tempat berkat wabah ini kita lebih dekat dengan keluarga dan banyak menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Pahami ya shalihah, ambil hikmahnya.

Dari social distancing kita membuat dan merubah hobi yang disukai menjadi kebiasaan yang positif, seperti memasak, membaca komik, mengenal sejarah kebudayaan islam, cerita para nabi, memuhasabah diri dengan meningkatkan keimanan , memperbanyak sholat sunah, membaca Al-Qur’an dan memahami artinya, serta beryukur dari diberikannya cobaan sehingga waktu lockdownmu tidak sia-sia namun bermanfaat. 

Mari kita manfaatkan waktu untuk ber-Hijrah, karna hijrah merupakan keputusan luar biasa yang diambil karnanya kita melawan sifat, perilaku dan kebiasaan kita untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Memang pada saat merubah diri menjadi lebih baik terkadang cobaan datang namun kita harus pahami bahwa itu semua untuk menguatkan diri kita agar tetap semangat dalam meperbaiki diri dan agar kita lebih bersabar serta jangan lupa meminta kekuatan kepada Allah untuk dapat melalui segala cobaan dan meminta ketetapan hati kepadanya.

Lalu bagaimana kita bisa mengukur keimanan kita ya ? nah jawabannya yaitu dengan kenali diri kita dulu yaaa dan tanyakan pada diri kita sendiri siapa yang lebih mendominasi didalam hati kita apakah Allah, makhluknya atau gadget ?  sesungguhnya Allah sesuai dengan perangsakaan hambanya, jika hambanya mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya dan jika hambanya melupakannya maka Allah juga melupakannya. Jadi siapa yang lebih mendominasi didalam dirimu ? jika dirimu menyadari bahwa telah melakukan kelalaian mari bermuhasabah diri dan memperbaiki diri yaaa.

Bagaimana yaa menghilangkan hati yang gelisah selama lockdown ? bacalah dan pahami Al-Qur’an surah Ar-ra’d ayat 28 yang artinya : “Orang-orang yang beriman akan memiliki hati yang tenang dan tenteram jika selalu ingat dengan Allah SWT, maka ingatlah karena hanya dengan mengingat-Nya, hatimu menjadi tenteram.” . Dekatkan diri kita kepada Allah dan tingkatkan ibadah dengan memperbanyak sholat sunnah dan berdzikir serta berdoa kepada Allah dan meminta ketetapan hati agar tenang serta libatkan Allah disetiap urusan insyaAllah hati akan menjadi tenang dan dapat melalui setiap urusan sampai terburukpun dan setiap harinya selalu melakukan amalan baik. Jangan lupa untuk selalu mengingat Allah yaa shalihah.

Nah bagaimana nih jika Kita sudah tobat tapi kita mengulangi kesalahan lagi apakah Allah akan mengampuni kita dan menerima tobat kita ? , ingat sesungguhnya Allah maha pemberi tobat dan maha pemaaf maka perbaiki dirilah untuk menjadi lebih baik dan jangan pernah menyepelekan kebaikan Allah yaa sehingga tidak membuat Allah murka.

Ingin berdakwah tapi dakwah kita ditolak bagaimana agar kita tidak menjadi down atas situasi tersebut karna kita juga manusia biasa ? , kita harus lebih bersabar, dan belajar dalam menata hati meski pahit karna dari kejadian tersebut Allah ingin melihat kita menjadi pribadi untuk terus berusaha dalam berdakwah. Jangan putus semangat yaa dalam menyiarkan agama Allah, selalu semangat untuk kita semua para pendakwah kita pasti mampu melewati rintangan karna ada Allah yang menolong kita jangan takut yaa untuk terus mencoba dan terus berusaha.

Apa yaa yang membuat iman seseorang itu bisa down ?,begini iman itu bisa bertambah karna ketaatan dan bisa berkurang karna sebab kemaksiatan. Jika iman kita down maka renungilah diri kita dan review apakah kita kurang melakukan ketaatan atau lebih kepada mengahabiskan waktu yang sia-sia. Intinya adalah down tergantung pada kita jika kita memupuk kesia-sian maka akan pada kesia-sian dan jika ingin merubah down maka tingkatkan keimanan yakni dengan lebih semangat memuhasabah diri dan melakukan amal salih yaa.dan ketika kita dihadapkan pada masa ketika iman lemah bagaimana solusinya untuk mengatasinya ?  yakni dengan kesadaran diri dengan memuhasabah diri dengan merenungi apa yang sudah kita lakukan setiap harinya, jika kita menanamkan pikiran untuk selalu memperbaiki diri maka insyaAllah kita dapat menghabiskan waktu dengan amal kebaikan yang bernilai pahala dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Wallahualam.

Dan bagaimana agar tidak futur dan tetap menjaga semangat serta apa penyebab penghalang iman kita turun adalah  bisa jadi melakukan kemaksiatan tanpa kita sadari jadi bagaimana kita mengatasinya ?  yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah dan berteman dengan orang-orang yang dapat membantu kita tetap semangat dan dapat menguatkan kita dalam melakukan kebaikan serta melakukan amalan shalih yaitu dengan menyibukan diri kepada sesuatu yang bermanfaat seperti memperbanyak amalan shalih, berkumpul dengan orang-orang shalih, menyimak ayat Al-Qur’an, jika hati kita lebih dekat dengan Allah maka Allah akan membantu kita menjadi lebih baik juga sehingga dapat membuat diri kita untuk selalu bergerak dalam memperbaiki diri.

Manfaatkan waktu lockdownmu untuk selalu memperbaiki diri dan melakukan kegiatan bermanfaat serta positif  ambil hikmahnya dari setiap kejadian serta jangan lupa mengingat Allah dan libatkan ia dalam setiap urusan dan jangan berprasangka buruk kepada kebijakan pemerinta tujuan mereka ingin melindungi kita dan memutus rantai wabah agar kita dapat kembali lagi dalam keadaan semula. Mari selalu berdoa dan meminta kepada Allah agar keadaan kembali baik seperti semula yaa. Amin yarobal’alamin.


Sumber:
Ukkasyah, Sai’d. 2017. “cara dahsyat meningkatkan keimanan”. (https://muslim.or.id/29723-cara-dahsyat-meningkatkan-keimanan-1.html ) diakses 26 juni 2020
Virgiawan, Ryan. 2020. “istilah lockdown menguat di tengah wabah corona, apa sih artinya?”. (https://www.minews.id/news/istilah-lockdown-menguat-di-tengah-wabah-corona-apa-sih-artinya) diakses 26 juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhiasan Wanita Masa Kini

PERHIASAN WANITA MUSLIMAH MASA KINI Anis Fatinah (anisfatinah221@gmail.com) Apa yang terbesit saat kita mendengar istilah "perhiasan"?. Mungkin jawabannya akan beragam, tapi pada hakikatnya akan bermuara pada satu hal yaitu keindahan. Sebagaimana tujuan kita sebagai seorang perempuan yang hendak berhias, salah satunya adalah agar terlihat indah. Wajar, karena memang sudah menjadi fitrahnya bahwa perempuan menyukai keindahan. Meskipun tetap sebutan Makhluk Visual dinobatkan pada laki-laki. Bedanya, orientasi visualisasi laki-laki terdapat pada apa yang dia lihat di luar dirinya, sedangkan perempuan lebih pada apa yang dia pikir orang lain lihat pada dirinya.  That's why produk makeup, skincare, dan yang semisal target pasarnya adalah perempuan. Secara penampilan pun, biasanya siapa coba yang paling rapi (re:ribet)? You got the answer!. Salah gak si? Ngga kok. Sekali lagi, hal tersebut adalah fitrah. Sebagaimana dalam salah satu firman Allah: “Dan Apakah patut (...

Ibadahmu Ingin Sempura? Pahami 3 Hal ini!

  Setiap muslim di seluruh dunia pasti ingin masuk ke dalam surga. Tak peduli siapa dia, bagaimana latar belakangnya, dan bagaimana ibadahnya, mereka pasti ingin masuk ke dalam surga Allah ﷻ . Bagaimana tidak? Pasalnya di dalam surga terdapat banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita pandang, banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita hirup, dan banyak sekali kenikmatan yang belum pernah kita rasakan. Bahkan, perbandingan kenikmatan di dunia dengan di akhirat itu bagaikan satu tetes air dengan seluruh air yang ada di samudra.             Untuk mendapatkan kenikmatan surga yang tiada bandingannya, manusia diperintahkan oleh Allah ﷻ melalui al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ untuk beribadah dan beramal sholeh dengan sempurna. Seperti yang dijelaskan di dalam Q.S. Az-Zukhruf: 72 yang berbunyi: وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ .... “ .... Itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian,...

Cara Menyikapi Ikhtilaf di Kalangan Ulama

  Cara Menyikapi Ikhtilaf di Kalangan Ulama             Makna dari ikhtilaf   itu sendiri adalah adanya perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan yang berdasarkan dalil. Sedangkan, perbedaan yang tidak berdasarkan dalil disebut dengan khilaf. Sehingga, apabila kita mendengar orang berkata, “Ulama ikhtilaf dalam masalah ini”, atau ungkapan, “Ini adalah masalah Khilafiyah ”, itu berarti terdapat perbedaan di antara ulama dalam masalah ini dan perbedaan itu sudah dapat dipastikan berdasarkan dalil.             Ikhtilaf atau perbedaan ini tidak hanya terjadi pada generasi sekarang. Tetapi, Generasi Salaf, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, serta para Shahabat Rasulullah ﷺ pun memiliki ikhtilaf tersendiri dalam masalah-masalah tertentu.             Ikhtilaf Shahabat ketika Rasulullah ﷺ masih hidup salah satunya...